Lovren: Pemain Butuh Pulihkan Mental Usai Karantina Mandiri Sebelum Kompetisi Berlanjut
LIVERPOOL - Kewajiban untuk melakukan karantina mandiri selama pandemi memberi beban mental cukup besar bagi pemain sepakbola. Terlebih bagi mereka yang mendadak harus berhenti berkompetisi dalam jangka waktu cukup lama. Bagi bek tengah Liverpool FC asal Kroasia, Dejan Lovren, menjalani karantina ibarat menjalani ujian personal setiap hari.
Liga Primer Inggris resmi menghentikan kompetisi sejak 9 Maret 2020 lalu. Setelahnya, masing-masing klub memberlakukan kebijakan hampir serupa. Yakni, mengatur program latihan mandiri bagi para pemain serta menyediakan sesi rutin melalui media virtual.
Liverpool sendiri kerap mengunggah cuplikan rekaman tim utama ketika agenda latihan pagi dilakukan melalui akun media sosial. Biasanya, cuplikan tersebut diambil ketika tim hendak melakukan sesi rutin berupa kelas yoga maupun latihan kebugaran di bawah arahan langsung pelatih Juergen Klopp maupun asisten pelatih bidang fisik Andreas Kornmayer.
Program latihan cukup membantu pemain menjaga kebugaran, namun situasi penuh ketidakpastian jadi tantangan berat saat berada di rumah. "Tidak mudah mengurung diri di rumah selama 46 hari. Sulit untuk melawan tantangan batin dari diri sendiri. Menjaga kebugaran dan bermain bersama anak saya membantu, tetapi jelas berbeda dibandingkan latihan penuh bersama rekan seklub," ujar Lovren kepada laman Sportske Novisti.
![]() |
| Dejan Lovren berseragam Liverpool dalam laga Liga Champions (Foto: Wikimedia Commons) |
Memasang target berlatih untuk menjaga berat badan ideal, jadi motivasi pemain 30 tahun itu menguras keringat saat kompetisi berhenti saat pandemi. "Kompetisi memang berhenti, tapi situasi ini bukanlah saat untuk berlibur bagi para pemain. Saat liga berlanjut semua anggota tim perlu pulih secara mental dari karantina mandiri berkepanjangan," kata Lovren menambahkan.
Contoh nyata karantina menjadi tantangan berat bagi para personil klub Liga Primer bisa dilihat dari sejumlah kasus memalukan. Kapten sekaligus gelandang Aston Villa, Jack Grealish, misalnya terlibat kecelakaan lalu lintas saat meninggalkan rumah menuju rumah teman karibnya untuk berpesta. Sementara bek Manchester City, Kyle Walker, terendus media menyewa pekerja seks saat menyelenggarakan pesta di kediaman pribadi bersama rekannya.
Otoritas penyelengara Liga Primer sendiri masih menggodok rencana melanjutkan kompetisi, dengan menggelar pembicaraan rutin dengan pemerintah setempat dan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Wacana untuk mulai menggelar laga tanpa penonton di lokasi netral bulan Juni mendatang, jadi opsi terdepan yang sudah mulai disetujui 20 klub peserta Liga Primer 2019/20.



Comments
Post a Comment