Menawan, Ikonik, Tragis: Kiprah Pemain Brasil Pertama Liverpool Sepanjang Sejarah
Total delapan pemain asal Brasil pernah dan atau masih membela Liverpool FC. Meski kini mempunyai pilar andalan berpaspor negeri asal Capoeira itu dalam diri Alisson Becker, Roberto Firmino, dan Fabinho, The Reds tidak pernah terlalu serius membidik bakat asal negara Amerika Selatan tersebut sampai memasuki musim kompetisi 2006/07.
Liverpool di awal musim itu, akhirnya membuka pintu kepada Brasilero pertama di tim. Ditandai dengan keputusan Manajer asal Spanyol, Rafael Benitez mendatangkan seorang bek sayap dari Valencia, Fabio Aurelio. Walaupun beroperasi secara alami di lini pertahan, pemain kidal ini punya kapasitas menciptakan variasi serangan melalui umpan silang maupun situasi bola mati.
![]() |
| Fabio Aurelio saat bersiap mengambil tendangan penjuru (Foto: Liverpool FC) |
Karakternya mirip dengan John Arne-Riise, kolega di posisi serupa, yang cenderung ofensif dan diizinkan menguasai bola untuk menyokong lini serangan dari tepi lapangan. Riise dan Aurelio juga masuk dalam daftar pengambil tendangan bebas maupun penjuru, setelah gelandang lokal Steven Gerrard. Melalui kemampuan ini, Aurelio meninggalkan kesan sebagai salah satu sosok kultus bagi sebagian fan.
Eksekusi sepakan bebas berbuah gol ke gawang Chelsea dan Manchester United (MU) pada musim 2008/09, adalah bukti catatan penting karier Aurelio di Merseyside. Kontribusi berupa gol tersebut, muncul dalam laga penting di ajang Liga Champions Eropa maupun Liga Primer. Keduanya juga tercipta saat The Reds melawat ke Old Trafford (markas MU) maupun Stamford Bridge (kandang Chelsea).
Dua gol ikonik itu, sayangnya, turut menjadi catatan penutup karier pemain kelahiran Sao Carlos, Brasil itu membela The Reds. Aurelio juga gagal menggapai trofi juara kompetisi besar yang menjadi ambisinya saat menerima ajakan Benitez untuk datang menjajal kompetisi di ranah Britania.
![]() |
| Fabio Aurelio saat berada di Stadion Anfield, Liverpool (Foto: Wikimedia) |
Harapan pribadi Aurelio terbilang wajar dengan pencapaian bersama Benitez semasa di Valencia yang membuahkan trofi La Liga Spanyol pada 2001/02 dan 2003/04. "Saya sangat menghargai pelatih(Benitez) yang masih memberi kepercayaan penuh sepanjang karier saya dan pernah melalui momen paling penting sebagai pesepakbola bersama-sama," kata Aurelio seperti dilansir Liverpool Echo pada 2006.
Rentetan cedera pada bagian betis, tumit, hingga lutut membuat mantan bek timnas Brasil U23 lebih banyak absen dari tim utama. Dalam enam musim berseragam The Reds, Aurelio hanya mengumpulkan 134 penampilan di semua ajang, membuat empat gol dan 16 assist. Selepas komtraknya berakhir pada 2011/12, Aurelio kembali ke Brasil untuk bergabung dengan Gremio.
Walau tidak berjalan dengan cemerlang, kiprah Aurelio masih menjadi salah satu standar penampilan bek kiri terbaik yang membela Liverpool di Liga Primer. Muncul pendapat dari penggemar, apabila tidak dihalangi oleh cedera parah, Aurelio bisa meninggalkan kesan serta berperan vital layaknya bintang di posisi sama saat ini, Andrew Robertson.



Comments
Post a Comment